You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DPRD DKI Sambut Baik Layanan Baru Transjabodetabek Rute PIK 2–Blok M
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Komisi B Minta Rute Baru Transjabodetabek Disosialisasikan secara Masif

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto menyambut positif pembukaan layanan baru Transjabodetabek rute PIK 2–Blok M atau T31.

"sejalan dengan konsep aglomerasi Pulau Jawa,"

Ia berharap, kehadiran rute ini dapat menjadi alternatif transportasi warga, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang berdampak kemacetan.

Menurut Wahyu, keberadaan rute baru ini perlu disosialisasikan secara masif agar masyarakat lebih sadar dan tertarik untuk beralih ke transportasi umum.

Transjabodetabek PIK 2-Blok M Resmi Meluncur, Warga: Sangat Membantu

"Terkait jaringan layanan yang baru dibuka, ada baiknya disosialisasikan terus keberadaannya serta dilengkapi dengan fasilitas serta petunjuk bagi para penggunanya, sehingga keberadaannya benar-benar diketahui dan dirasakan oleh masyarakat pada koridor-koridor yang dilaluinya," ujarnya, Kamis (22/5).

Ia juga mendorong keterlibatan aktif jajaran pemerintah daerah, mulai dari wali kota hingga lurah, dalam menyosialisasikan layanan ini. Dengan begitu, rute baru tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh para pekerja, tapi juga menarik digunakan sepanjang hari.

"Di samping sosialisasi melalui medsos sebagaimana yang lazim digunakan sekarang ini, sekaligus bisa memperkenalkan keberadaan objek-objek yang menarik pada koridor-koridor tersebut," jelasnya.

Wahyu juga turut menekankan pentingnya evaluasi berkala oleh PT Transjakarta terhadap operasional rute baru ini agar pelayanan yang diberikan maksimal.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta lainnya, Muhammad Al Fatih juga menyambut baik peresmian rute PIK 2–Blok M. Ia menilai, kebijakan ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan dan menurunkan emisi karbon di kawasan aglomerasi Jakarta dan sekitarnya.

"Saya memandang bahwa kebijakan ini sejalan dengan konsep aglomerasi Pulau Jawa, di mana keterhubungan antarwilayah menjadi kunci dalam membangun sistem transportasi yang efisien dan terintegrasi. Jakarta, sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional, memang tidak bisa berdiri sendiri," ucapnya.

Ke depan, Al Fatih mendorong Pemprov DKI terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah sekitar dan pemerintah pusat, baik dalam hal perencanaan rute, integrasi moda, maupun skema subsidi.

"Harapannya, masyarakat memiliki pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan efisien, serta mendorong peralihan nyata dari kendaraan pribadi ke transportasi umum," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

    access_time04-11-2026 remove_red_eye37026 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

    access_time05-11-2026 remove_red_eye26438 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

    access_time02-11-2026 remove_red_eye3986 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

    access_time04-11-2026 remove_red_eye2800 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Waduk Kampung Rambutan 1 Bakal Jadi Ruang Terbuka Multifungsi

    access_time06-11-2026 remove_red_eye1731 personAldi Geri Lumban Tobing